-->

Sunday, October 25, 2015

Manfaat Makan Tepat Waktu dan Teratur

Makan tepat waktu dan teratur sangat penting untuk dilakukan dan bahkan harus dibiasakan. Sebab, makan tepat waktu dan teratur memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Di antara waktu makan yang paling sering diabaikan adalah sarapan. Melewatkan sarapan sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Misalnya, orang-orang yang melewatkan sarapan cenderung bertubuh lebih gemuk dan memiliki kadar kolestrol darah yang tinggi dibandingkan mereka yang rutin sarapan.

Melewatkan waktu makan juga akan berdampak buruk pada kesehatan Anda. Sebab, makan yang tidak teratur dapat menyebabkan terjadinya masalah terhadap insulin. Dalam hal ini, profil insulin Anda akan menjadi kurang baik. Selain itu makan yang tidak teratur dapat memicu gula darah menjadi tak terkendali. Kondisi ini bisa beresiko terhadapat terjadinya diabetes dalam jangka panjang. Makan tidak tepat waktu juga dapat menyebabkan kolestrol dalam darah menjadi lebih tinggi sehingga berpotensi menyebabkan hiperkolesterol di kemudian hari. Kondisi ini juga dapat mengacaukan jam biologis tubuh yang dapat beresiko menyebabkan terjadinya penyakit jantung

Makan tepat waktu merujuk pada konsep 3 kali makan dalam sehari ialah sarapan, makan siang dan makan malam. Dalam memulai makan, janganlah Anda makan setelah Anda benar-benar lapar. Atur jam makan Anda seperti sarapan sekitar 06.00-08.00, makan siang sekitar jam 12.00-13.00 dan makan malam antara jam 18.00-20.00. Jika memang dalam kondisi tertentu, Anda disarankan menambah jumlah makan sebelum dan sesudah olahraga. Tidak perlu khawatir dengan banyaknya frekuensi makan. Karena jika pilihannya tepat, asupan kalori tetap bisa ditekan sambil memaksimalkan asupan gizi penting seperti protein, serat, lemak esensial vitamin dan mineral. Dengan begitu Anda akan tetap sehat sepanjang waktu.



Manfaat makan tepat waktu yaitu :

A. Menjauhkan Anda dar Sakit Maag


Seperti yang diketahui bahwa penyebab penyakit maag yang paling utama adalah makan tidak teratur dan tidak tepat waktu. Misalnya, Anda terlalu siang makan padahal tanpa sarapan di pagi harinya atau mungkin Anda sering makan 1 kali dalam sehari atau makan hingga menunggu waktu perut lapar. Jika kondisi ini dibiasakan maka akan menyebabkan timbulnya penyakit maag serta memicu kambuhnya penyakit tersebut. Maka dari itu, pola makan yang teratur dan tepat waktu merupakan cara ampuh untuk mengatasi penyakit ini. Apalagi, maag yang sudah parah bisa menyebabkan kematian.

1. Hubungan Penyakit Maag dengan Pola Makan Yang Buruk

Penyakit maag atau yang juga dikenal dengan tukak lambung adalah gejala penyakit pada lambung karena terjadi luka atau peradangan pada organ tersebut. Dalam hal ini, Mukosa (selaput lendir yang melapisi lambung) robek karena serangan asam lambung. Pola makan erat kaitannya dengan produksi asam lambung. Pola makan yang tidak teratur membuat lambung sulit beradaptasi. Jika ini berlangsung lama maka produksi asam lambung akan berlebihan sehingga dapat mengiritasi dinding mukosa pada lambung. Hal inilah yang menyebabkan rasa perih dan mual.

2. Gejala Penyakit Maag dan Tahapannya

Dengan melihat penyebab maag di atas, sudah bisa dipastikan bahwa maag dapat menyerang siapa saja, utamanya mereka yang memiliki pola makan yang kurang sehat.

Beberapa gejala dari maag yang dapat dikenali ialah seperti timbulnya beberapa perubahan pada kondisi perut. Umumnya, serangan maag ditandai dengan adanya gejala perih dan nyeri di ulu hati atau rasa tidak enak di bagian perut. Rasa nyeri ini timbul seperti terbakar dan menjadi tanda yang paling umum dari maag. Rasa sakit dari ulkus peptikum itu dirasakan dari tulang dada hingga pusar dan bisa berlangsung beberapa menit atau bebrapa jam serta bisa datang dan pergi begitu saja. Serangan ini akan menjadi lebih buruk pada malah hari atau saat perut kosong.

Penyakit maag juga memiliki beberapa tahapan , mulai ringan hingga akut. Dan jika dibiarkan terus menerus tanpa pengobatan bisa mengarah pada kanker lambung. Berikut ini beberapa tahapan dalam penyakit maag.

a. Maag Ringan

Maag ringan masih tergolong tahap ringan di mana biasanya setiap orang sudah berada di tahap ini. Jika dilakukan pemeriksaan akan terlihat asam lambung berlebih di bagian dinding lambung

b. Maag Sedang

Maag pada tahap ini sudah menyebabkan nyeri, sakit dan mual yang menyakitkan

c. Maag kronis

Maag kronis adalah maag yang sudah parah intensitasnya dibandingkan maag sedang. Pada tahap ini, kemungkinan sudah terjadi peradangan atau luka pada mukosa lambung.

d. Maag Akut

Maag akut adalah kondisi lambung yang sudah parah. Hal ini dapat terjadi karena terdapat borok, infeksi pada lambung maupun infeksi mikroorganisme merugikan yaitu Helycobacter pylori.

e. Kanker Lambung

Ini merupakan tahap yang sangat berbahaya dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.


B. Menjauhkan Anda dari Sakit Jantung


Selain pola makan yang tidak sehat, makan yang tidak teratur dan tidak tepat waktu juga memicu terjadinya penyakit jantung. Dalam hal ini, makan yang tidak teratur dapat merusak kondisi jantung. Sedangkan jika Anda makan teratur dan tepat waktu makan bukan hanya kesehatan jantung yang terjaga namun beberapa penyakit lain yang juga mempunyai hubungan dengan penyakit jantung, seperti kolestrol dan tekanan darah tinggi bisa diredam dengan baik.

Banyaknya orang yang mengabaikan pola makan teratur dan tepat waktu menyebabkan penyakit ini tidak hanya menyerang orang tua atau orang kaya saja. Hal ini diperparah oleh kebiasaan banyak orang yang mengabaikan kandungan asupan makanannya. Karenanya, di seluruh dunia dan juga Indonesia penderita jantung semakin bertambah. Dengan demikian, tidaklah salah jika penyakit ini menempati posisi teratas sebagai penyakit penyebab kematian pada penderitanya.


C. Dapat Memberi Energi yang Lebih Saat Beraktivitas


Anda kerap kali tidak berenergi ketika sedang melakukan aktivitas dalam keseharian Anda ? Salah satu penyebab kondisi ini ialah makan yang tidak teratur dan tidak tepat waktu. Jika pola makan Anda teratur dan tepat waktu, Anda tidak hanya akan selalu berenergi setiap hari namun energi Anda juga akan semakin bertambah. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan energi lebih sehingga dapat beraktivitas dengan lebih fokus dan kreatif. Jangan sampai Anda melewatkan waktu makan (terlambat waktu makan) dan begitu juga jangan sampai lupa untuk sarapan. Selain itu Anda juga harus rajin mengonsumsi lauk, sayuran, buah dan juga minuman berenergi seperti susu.

Dalam melakukan aktivitas, kita memang sangat membutuhkan energi yang lebih. Apalagi biasanya aktivitas tersebut semakin hari kian bertambah dan memerlukan energi serta stamina yang lebih sehingga sering kali menurunkan kesehatan tubuh. Dampak nyata yang Anda rasakan ialah tubuh akan cepat merasakan lelah atau capek. Lelah atau capek tersebut tentunya akan mengurangu produktivitas kerja Anda. Karenanya, Anda harus senantiasa membiasakan diri untuk makan tepat waktu dan teratur untuk mendapatkan energi yang lebih ketika beraktivitas.


D. Menghindarkan Anda dari Obesitas



Makan tidak teratur dapat memicu obesitas pada Anda. Sebab, Jika pola makan Anda tidak teratur, biasanya Anda akan makan lebih banyak, tidak terkontrol dan cenderung memilih makanan yang enak dengan kandungan kolestrol serta berlemak yang tinggi. Hal ini terjadi karena Anda tidak lagi terlalu memperhatikan makanan yang Anda makan dan berapa banyak porsinya.

1. Dampak Obesitas

Makan tidak teratur bukan hanya berarti makan tidak sesuai jam makan harian Anda. Makan tidak teratur juga dapat berupa kebiasaan makan camilan yang biasa dilakukan tanpa memperhatikan waktu. Misalnya, makan camilan sambil menonton TV, main game atau membaca. Pola makan yang seperti ini cenderung menghasilkan lebih banyak kalori ketimbang makan sambil duduk du kursi makan. Sehingga, makan tidak teratur sangat berpotensi menyebabkan berat badan naik secara drastis.

Obesitas sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama karena dapat memunculkan berbagai gangguan kesehatan. Beberapa penyakit tersebut dapat berupa tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko terjadinya kanker, asam urat dan mengganggu kesuburan wanita dan pria. Selain itu, berikut ini adalah beberapa penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

a. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Seperti yang dijelaskan di atas, penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Penyebabnya ialah karena tersumbat arteri yang disebabkan oleh menumpuknya plak. Jika Anda mengalami Obesitas, akumulasi lemak salah satunya bisa tersimpan pada lapisan pembuluh darah arteri. Dalam tubuh manusia, arteri bertugas menyuplai darah bagi organ vital seperti otak dan jantung. Lemak yang menumpuk pada pembuluh darah dapat menurunkan fungsi pembuluh tersebut, bahkan menyumbatnya. Kondisi inilah yang kemudia menyebabkan aliran darah tidak normal dan jika ini terjadi pada arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung, maka penyakit jantung bisa terjadi dengan mudahnya.

b. Resistansi Insulin dan Diabetes Melitus Tipe 2

Obesitas dapat memicu intoleransi glukosa dan resistensi hormon insulin, yang dapat berujung pada diabetes melitus tipe 2. Kondisi insulin resistan sangat berkaitan erat dengan timbunan dari lemak dalam perut. Ada beberapa faktor utamanya seperti asam lemak bebas yang naik akibat kenaikan massa lemak tubuh yang berdampak pada penurunan sensitivitas insulin.

Fakta lain menunjukan bahwa obesitas memicu peradangan mikro dalam tubuh yang terjadi secara menyeluruh dan terus menerus. Mekanisme peradangan tersebut dapat berkaitan erat dengan terjadinya respon stres yang berujung pada resistensi fungsi insulin. Obesitas adalah salah satu faktor risiko utama diabetes dan faktanya 80% pada pasien diabetes tipe 2 mengalami obesitas.

c. Penyakit Reproduksi

Ternyata, terdapat fakta menarik tentang obesitas yang dapat mempengaruhi sistem reproduksi pada manusia, baik laki-laki dan perempuan. Seorang laki-laki yang mengalami penurunan fungsi organ dan hormon reproduksinya sangat berkaitan erat dengan naiknya jaringan lemak pada dirinya. Hal ini biasanya disertai dengan membesarnya daerah disekitar otot dada, sehingga payudaranya tampak membesar yang disebut dengan ginekomastia.

Pada wanita sendiri, obesitas sangat berkaitan erat dengan abnormalitas siklus menstruasi. Fakta menunjukkan bahwa wanita dengan oligomenorrhea yang obese maka cenderung mengalami sindrom ovarian polikistik. Selain itu, tinggunya jumlah perubahan androstenedion menjadi esterogen (proses hormonal yang diperantarai oleh sel-sel lemak) dapat menaikan kejadian kanker rahim pada wanita postmenopause dengan obesitas.

d. Penyakit Pulmonal

Obesitas sangat berkaitan dengan sejumlah gangguan pada paru. Hal ini terjadi karena berkaitan dengan pengurangan elastisitas kembang kempis dari dinding dada sehingga fungsi pernafasan akan turun. Akibatnya, sisa udara dalam paru dan jumlah cadangan udara dalam dada naik setelah seseorang menghembuskan napas. Beberapa orang dengan obesitas yang berat mengeluhkan kesulitan tidur, henti napas saat tidur (apnea) serta sindrom hipoventilasi yang ditandai dengan kondisi kekurangan oksigen dan kelebihan karbondioksida. Apnea pada saat tidur juga dapat terjadi secara sentral, yakni di otak yang nantinya dapat memicu hipertensi.

e. Penyakit Hepatobilier

Obesitas nantinya dapat menimbulkan tertimbunnya lemak pada liver yang tidak dipicu oleh alkohol (non alcoholic fatty liver disease (NAFLD)). Pada kondisi ini, NAFLD dapat mengalami perubahan menjadi peradangan liver yang disertai perlemakan yang lebih luas, yang berpeluang berkembang menjadi pengerasan liver (sirosis) dan kanker liver. Di sisi lain, obesitas akan memicu sekresi kolesterol berlebih dalam cairan empedu yang dapat menjadi faktor risiko terbentuknya batu empedu. Selain itu, bila disertai peradangan maka dapat menyebabkan radang kantung empedu.Di antaranya gejalanya adalah rasa nyeri di daerah perut bagian atas setelah mengonsumsi makanan berlemak.

f. Kanker

Obesitas pada laki-laki sangat berkaitan dengan tingkat kematian disebabkan kanker, terutama kanker kerongkongan, usus besar, rektum, pangkreas, liver dan prostat. Sedangkan pada perempuan, obesitas sangat berpengaruh pada terjadinya kanker kantung empedu, kanker payudara, dinding rahim, serviks dan kanker ovarium.

g. Penyakit Tulang, Sendi dan Kulit

Ternyata pada manusia, obesitas juga berpengaruh pada penyakit degeneratif seperti osteoarthritis (peradangan sendi). Adanya kenaikan beban tubuh ditambah peradangan pada sendi dapat menimbulkan kerusakan  pada jaringan  tulang rawan sendi, terutama sendi yang digunakan untuk menopang berat tubuh seperti sendi lutut. Selain itu, obesitas juga dapat berpengaruh pada kulit, seperti dapat terjadi penyakit acanthosis nigirican, yang bermanifestasi pada menggelapnya kulit di bagian lipatan dan lekukan tubuh seperti ketiak, selangkangan dan leher. Kulit di bagian tersebut bisa menjadi menebal dan berbau tidak sedap. Adanya lipid pada lipatan kulit ini nantinya akan menjadi risiko dari infeksi jamur, misalnya infeksi jamur kandida dengan berbagai derajat infeksi.

2. Mengatasi Obesitas

Untuk menyiasati kemungkinan terburuk seperti ini, Anda disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dan teratur. Konsumsilah makanan-makanan yang rendah lemak seperti halnya memilih nasi merah dan sayuran yang dimasak dengan sedikit minyak. Selain itu, lakukan olahraga minimal 3 jam dalam seminggu dan hindari obat-obat tertentu seperti pelangsing. Sebab, obat seperti ini hanya akan membuat Anda banyak mengeluarkan cairan yang bisa berdampak buruk terhadap tubuh Anda. Lebih dari itu, jangan percaya pada semua mitos yang dapat membuat tubuh menjadi gemuk, seperti banyak orang percaya bahwa makan pada malam hari atau minum air es setelah makan dapat membuat Anda menjadi gemuk. Hal ini tidak benar adanya sebab yang dapat menyebabkan obesitas pada Anda bukan waktu atau jadwalnya namun karena makanan yang Anda makan. Makan malam dapat menyebabkan kegemukan jika Anda tidak memberikan jeda yang cukup dengan istirahat malam Anda.

Dr. Sukhvinder Singh Saggu, seorang dokter sekaligus konsultan gastro dan obesitas serta ahli bedah di RS Fortis Ram Jessa, New Delhi, memberikan 5 langkah rahasia agar berat badan tetap stabil.

a. Latihan tak Terduga

Lakukan latihan yang tidak terduga terkait waktu dan gerakaknnya untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Latihan seperti ini tidak akan membuat tubuh kebal sehingga kalori bisa dibakar dengan sempurna. Anda tidak harus pergi ke gym, karenan Anda bisa saja melakukan pekerjaan rumah, menggunakan tangga, berjalan agak jauh ketika pergi bekerja dan lain sebagainya.

b. Jangan Mencoba menjadi Terlalu Sempurna

Apabila berat badan ideal sudah tercapai, fokuskan pada menjaga berat badan tersebut. Anda tidak perlu mengejar kesempurnaan karena Anda akan kehilangan fokus dan malah membuat berat badan kembali naik. Yang penting adalah ideal, bukan sempurna.

c. Hindari Minuman Bersoda

Lebih baik hindari saja minuman bersoda dan sajikan menu minuman berbahan buah segar atau teh. Minuman berkarbonasi hanya akan meningkatkan gejala penyakit seperti diabetes, arthritis, kerusakan hati, penyakit jantung dan kanker.

d. Makan di Waktu yang Tepat

Cara memperhatikan berat badan yang paling efektif adalah dengan menjaga interval jam makan. Anda disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun dibagi beberapa kali. Tetap hitung jumlah asupan kalori harian sehingga yang Anda makan tidak berlebihan. Sedangkan untuk malam, Anda harusnya tidak melakukannya menjelang tidur. Lebih baik lakukan 3-4 jam sebelum tidur dan idealnya adalah antara jam 6-7 malam. Jika Anda makan di atas jam 9 malam, sebaiknya tidak mengonsumsi karbohidrat kompleks demi kesehatan Anda.

e. Latihan Beban

Jangan lupa bahwa latihan beban akan membantu tubuh tetap kencang, bugar serta kuat. Latihan ini efektif untuk menjaga berat badan Anda tetap seimbang. Anda tidak harus melakukannya setiap hari karena Anda harus tetap melakukannya setiap hari karena Anda harus tetap memberikan waktu beristirahat untuk otot. Anda bisa melakukannya 3 kali dalam seminggu.


E. Meningkatkan Daya Konsentrasi


Konsentrasi sangat dibutuhkan oleh setiap orang ketika sedang melakukan suatu aktivitas tertentu. Sebab hanya dengan konsentrasi, suatu pekerjaan bisa diselesaikan dengan sangat baik. Karenanya, konsentrasi sangat dibutuhkan oleh siapapun, tidak terkecuali pelajar, mahasiswa, pekerja, dokter, pengusaha atau ibu rumah tangga. Bagi pelajar atau mahasiswa, konsentrasi sangat dibutuhkan untuk menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru atau dosen setiap harinya atau ketika tengah belajar, apalagi jika hendak ujian dan untuk mengikuti pelajaran di sekolah. Sedangkan untuk seorang pekerja, konsentrasi dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik tanpa ada kesalahan atau kekeliruan yang dilakukannya. Begitu juga dengan dokter, pengusaha atau bahkan ibu rumah tangga konsentrasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam menyelesaikan segala pekerjaan dalam profesi mereka.

Makan tepat waktu dan teratur sangat mendukung konsentrasi. Karena jika Anda dalam keadaan lapar maka Anda tidak bisa konsentrasi, sehingga aktivitas Anda akan terganggu. Selain makan tepat waktu dan teratur, nutrisi dalam makanan sangat berpengaruh terhadapap konsentrasi seseorang. Misalnya mengonsumsi protein, protein itu sendiri sangat penting bagi kesehatan otak. Maka dari itu untuk mendapatkan konsentrasi Anda harus makan tepat waktu dan teratur serta perhatikan nutrisi makanan yang Anda konsumsi.


Semoga Bermanfaat.


EmoticonEmoticon